Ketika semua orang bergurau
hatiku galau bertemu dengan mu
Setelah tiga puluh tahun berlalu
Terasa seperti mimpi
Terlintas lagi saat-saat bertemu
terbayang kembali tatap mesramu
Aku memang tak dapat melupakanmu
Kau satu-satunya yang begitu lekat
Betapapun aku berusaha dengan yang lain
kau tetap mengisi kalbuku
Aku ingin menjerit saat kau datang
Tahukah kau betapa ingin aku memelukmu
Kasihku yang tak sampai
kasih ku yang tertunda dan tersimpan
Selama tiga puluh tahun dalam kalbuku
Kamis, 22 April 2010
Senin, 08 Februari 2010
gelisah ku sendiri
dalam ketakutan akan kuasaMu
malu ku ingin sembunyi
tapi kemana akan ku pergi
Kau maha tau ya Illahi Rabbi
aku melangkah jauh
dan pasti kau murkai
ampuni Aku ya Allah
Jaga Aku.....
Lindungi Aku....
Jangan lagi sampai aku keliru
Aku tak dapat menahan malu dari mu
Masih adakah tempatku di dekatmu?
Masih maukah kau mengampuni aku?
dalam ketakutan akan kuasaMu
malu ku ingin sembunyi
tapi kemana akan ku pergi
Kau maha tau ya Illahi Rabbi
aku melangkah jauh
dan pasti kau murkai
ampuni Aku ya Allah
Jaga Aku.....
Lindungi Aku....
Jangan lagi sampai aku keliru
Aku tak dapat menahan malu dari mu
Masih adakah tempatku di dekatmu?
Masih maukah kau mengampuni aku?
Minggu, 13 Desember 2009
Dalam lelap ku....
Aku ingin bermimpi
Tenggelam dalam Asa
Asa yang mungkin tak kan pernah
ada dan ku miliki
Aku melangkah begitu jauh
Aku melangkah tak ingin berhenti
Dalam Lelap aku tenggelam
Dalam lelap aku hidup
Dalam lelap aku lari
Dalam lelap kubangun dunia
Dalam lelap aku berbeda
Dalam lelap aku menjadi yang kudamba
Dalam lelap aku bahagia
Dalam lelap kau ada dalam setiap helaan napasku
Ketika lelap ku pergi
Tetes-tetes bening ini mengalir
Asa ku tak pernah akan kumiliki...
Tenggelam dalam Asa
Asa yang mungkin tak kan pernah
ada dan ku miliki
Aku melangkah begitu jauh
Aku melangkah tak ingin berhenti
Dalam Lelap aku tenggelam
Dalam lelap aku hidup
Dalam lelap aku lari
Dalam lelap kubangun dunia
Dalam lelap aku berbeda
Dalam lelap aku menjadi yang kudamba
Dalam lelap aku bahagia
Dalam lelap kau ada dalam setiap helaan napasku
Ketika lelap ku pergi
Tetes-tetes bening ini mengalir
Asa ku tak pernah akan kumiliki...
Rabu, 02 Desember 2009
Kucari dirimu wahai sang Khalik
Tenggelam aku dalam gulana
Gelap dalam kesedihan yang tak dapat kuhindari
Sungguh tak ingin kusesali
Sungguh tak ingin kutangisi
Namun tak dapat aku berpaling
Aku merasa Gelap dan terpuruk
dalam lubang dalam
aku terus mencari pijakan kakiku
namun aku tenggelam semakin dalam
lunglai dalam perih luka yang dalam
Berdiriku tak lagi tegak
langkah ku tak lagi pasti
tak dapat kupanggil gelak dan tawa
tak bisa ku gapai senyumku
aku lunglai.....
Adakah ini semua datang dari Mu
Apakah yang KAU inginkan dari ku
Diantara tetes-tetes bening yang mengalir
aku masih tetap berusaha menyebut NAMAMJ
Masih ku coba tak pergi dari MU
Mengapa KAU belum datang juga
Aku mulai lelah Menunggu MU
aku mulai lelah Menanti
Takdir baik yang mengangkat beban
Takdir mu yang hadir membawa kembali senyumku
Gelap dalam kesedihan yang tak dapat kuhindari
Sungguh tak ingin kusesali
Sungguh tak ingin kutangisi
Namun tak dapat aku berpaling
Aku merasa Gelap dan terpuruk
dalam lubang dalam
aku terus mencari pijakan kakiku
namun aku tenggelam semakin dalam
lunglai dalam perih luka yang dalam
Berdiriku tak lagi tegak
langkah ku tak lagi pasti
tak dapat kupanggil gelak dan tawa
tak bisa ku gapai senyumku
aku lunglai.....
Adakah ini semua datang dari Mu
Apakah yang KAU inginkan dari ku
Diantara tetes-tetes bening yang mengalir
aku masih tetap berusaha menyebut NAMAMJ
Masih ku coba tak pergi dari MU
Mengapa KAU belum datang juga
Aku mulai lelah Menunggu MU
aku mulai lelah Menanti
Takdir baik yang mengangkat beban
Takdir mu yang hadir membawa kembali senyumku
Selasa, 03 November 2009
hati yang terikat
untuk seseorang yang selalu kupanggil "Opa"
kau tak pernah tahu,
saat hatiku terbelah
saat ingatanku padamu ada
dalam setiap helaan napasku
kau membuatku tak dapat berpaling
kau ikat hatiku hanya untukmu
Aku tak peduli
Telah ku beri hatiku untukmu
aku tak dapat berpaling
ku biarkan kau terus ada dalam
setiap helaan napasku
aku tak ingin lupakan dirimu
kau tak pernah tahu,
saat hatiku terbelah
saat ingatanku padamu ada
dalam setiap helaan napasku
kau membuatku tak dapat berpaling
kau ikat hatiku hanya untukmu
Aku tak peduli
Telah ku beri hatiku untukmu
aku tak dapat berpaling
ku biarkan kau terus ada dalam
setiap helaan napasku
aku tak ingin lupakan dirimu
In Memoriam Sentot Sunaryo (Cassie) Share
Tetes-tetes bening di mataku mengalir
Tanpa bisa ku tolak tanpa bisa kuhindari
Segumpal sesak memukul dada ku, perih
Saat kuterima berita kepergianmu
kepergian yang tak pernah kuketahui
Segumpal sesal dan maaf menyesakkan dada
karena Aku tak pernah tahu keadaanmu
Seleret bayangmu menyapa ....
Ingatkan aku akan senyummu yang begitu riang
Ingatkan aku akan sabarmu
saat aku kaku dalam sikap dan pandangan ku
ingatkan aku sikapmu yang bijaksana
Saat aku dan yang lain gamang, rapuh dan rentan
Masih terdengar ditelinga ku uraian kata demi kata
saat kau menasehati aku dan yang lain
Saat kau tau aku bimbang dalam memilih jalanku
Sungguh kusesali tak dapat aku datang menghiburmu
saat kau dalam derita yang menggigit
Sungguh ku sesali tak dapat kudengar pesan terakhirmu untukku
sungguh kusesali tak dapat aku berdiri disampingmu
hanya untuk memegang tanganmu disaat saat terakhir
sungguh kusesali tak dapat ku antar dirimu
keperistirahatan yang terakhir
Kau bagian dari belahan jiwa adik-adikmu Abangku
Kau figur kuat yang membuat kami tau bagaimana bersikap
Bersamamu aku dan yang lain berusaha menjadi sesuatu
Selamat jalan Abangku...........
tetes bening ini mengalir tak sendiri
ia bersama doaku yang paling tulus untukmu
Selamat jalan Abangku...................
Doaku tak kan pernah putus untukmu
Terima kasih kau pernah hadir begitu lekat
Terima kasih kau pernah berada disisi kami semua saat kami rapuh
Terima kasih untuk ketulusan hatimu membimbing kami semua
Selamat jalan Abangku yang terkasih ..................
Tanpa bisa ku tolak tanpa bisa kuhindari
Segumpal sesak memukul dada ku, perih
Saat kuterima berita kepergianmu
kepergian yang tak pernah kuketahui
Segumpal sesal dan maaf menyesakkan dada
karena Aku tak pernah tahu keadaanmu
Seleret bayangmu menyapa ....
Ingatkan aku akan senyummu yang begitu riang
Ingatkan aku akan sabarmu
saat aku kaku dalam sikap dan pandangan ku
ingatkan aku sikapmu yang bijaksana
Saat aku dan yang lain gamang, rapuh dan rentan
Masih terdengar ditelinga ku uraian kata demi kata
saat kau menasehati aku dan yang lain
Saat kau tau aku bimbang dalam memilih jalanku
Sungguh kusesali tak dapat aku datang menghiburmu
saat kau dalam derita yang menggigit
Sungguh ku sesali tak dapat kudengar pesan terakhirmu untukku
sungguh kusesali tak dapat aku berdiri disampingmu
hanya untuk memegang tanganmu disaat saat terakhir
sungguh kusesali tak dapat ku antar dirimu
keperistirahatan yang terakhir
Kau bagian dari belahan jiwa adik-adikmu Abangku
Kau figur kuat yang membuat kami tau bagaimana bersikap
Bersamamu aku dan yang lain berusaha menjadi sesuatu
Selamat jalan Abangku...........
tetes bening ini mengalir tak sendiri
ia bersama doaku yang paling tulus untukmu
Selamat jalan Abangku...................
Doaku tak kan pernah putus untukmu
Terima kasih kau pernah hadir begitu lekat
Terima kasih kau pernah berada disisi kami semua saat kami rapuh
Terima kasih untuk ketulusan hatimu membimbing kami semua
Selamat jalan Abangku yang terkasih ..................
Langganan:
Postingan (Atom)
