Selasa, 03 November 2009

In Memoriam Sentot Sunaryo (Cassie) Share

Tetes-tetes bening di mataku mengalir
Tanpa bisa ku tolak tanpa bisa kuhindari
Segumpal sesak memukul dada ku, perih
Saat kuterima berita kepergianmu
kepergian yang tak pernah kuketahui
Segumpal sesal dan maaf menyesakkan dada
karena Aku tak pernah tahu keadaanmu

Seleret bayangmu menyapa ....
Ingatkan aku akan senyummu yang begitu riang

Ingatkan aku akan sabarmu
saat aku kaku dalam sikap dan pandangan ku

ingatkan aku sikapmu yang bijaksana
Saat aku dan yang lain gamang, rapuh dan rentan

Masih terdengar ditelinga ku uraian kata demi kata
saat kau menasehati aku dan yang lain
Saat kau tau aku bimbang dalam memilih jalanku

Sungguh kusesali tak dapat aku datang menghiburmu
saat kau dalam derita yang menggigit
Sungguh ku sesali tak dapat kudengar pesan terakhirmu untukku
sungguh kusesali tak dapat aku berdiri disampingmu
hanya untuk memegang tanganmu disaat saat terakhir
sungguh kusesali tak dapat ku antar dirimu
keperistirahatan yang terakhir

Kau bagian dari belahan jiwa adik-adikmu Abangku
Kau figur kuat yang membuat kami tau bagaimana bersikap
Bersamamu aku dan yang lain berusaha menjadi sesuatu

Selamat jalan Abangku...........
tetes bening ini mengalir tak sendiri
ia bersama doaku yang paling tulus untukmu

Selamat jalan Abangku...................
Doaku tak kan pernah putus untukmu

Terima kasih kau pernah hadir begitu lekat
Terima kasih kau pernah berada disisi kami semua saat kami rapuh
Terima kasih untuk ketulusan hatimu membimbing kami semua


Selamat jalan Abangku yang terkasih ..................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar