Sabtu, 31 Agustus 2013

PENGHUNI SUDUT GELAPKU


puisi imajiner untuk seorang sahabat

Aku takut bayangan mu jadi Tuhanku
Aku takut bayangan mu jadi pengganti malamku
Aku takut bayanganmu jadi mimpi-mimpiku
Aku takur bayanganmu jadi sisi buta diriku

Hari-hari dan malam panjang kita
Adalah hari dan malam terpanjang
Yang pernah kulalui
Hadir mu pernah seperti helaan nafas
Mengiring jantungku berdetak

Sedangkan dengan muhrimku dulu
Tak pernah selekat ini
Tak pernah sedalam ini
Tak pernah sedekat ini

Saat hangat mengisi hatimu
Tak pernah kau lepas aku walau sekejap
Bayangmu lekat di pelupuk mataku
Bahkan tak kau biarkan aku mengejap

Meski kutolak hadirmu kini
Aku hanya menjauh tapi tak pergi
Biar tetap ku miliki cinta dan kasihku padamu
Biar tetap aku miliki bayangmu

Betapa kita tak mungkin bersatu
Aku masih memiliki kasihku untukmu
Masih bisa ku pandang pujaanku
Aku masih memilikimu
Walau entah kapan bisa kupersembahkah
Seluruhnya untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar