puisi imajiner untuk seorang sahabat
Aku takut
bayangan mu jadi Tuhanku
Aku takut
bayangan mu jadi pengganti malamku
Aku takut
bayanganmu jadi mimpi-mimpiku
Aku takur
bayanganmu jadi sisi buta diriku
Hari-hari
dan malam panjang kita
Adalah hari
dan malam terpanjang
Yang pernah
kulalui
Hadir mu
pernah seperti helaan nafas
Mengiring
jantungku berdetak
Sedangkan
dengan muhrimku dulu
Tak pernah
selekat ini
Tak pernah
sedalam ini
Tak pernah
sedekat ini
Saat hangat
mengisi hatimu
Tak pernah
kau lepas aku walau sekejap
Bayangmu
lekat di pelupuk mataku
Bahkan tak
kau biarkan aku mengejap
Meski
kutolak hadirmu kini
Aku hanya
menjauh tapi tak pergi
Biar tetap
ku miliki cinta dan kasihku padamu
Biar tetap
aku miliki bayangmu
Betapa kita
tak mungkin bersatu
Aku masih memiliki
kasihku untukmu
Masih bisa
ku pandang pujaanku
Aku masih
memilikimu
Walau entah
kapan bisa kupersembahkah
Seluruhnya
untukmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar